Polres Sumenep Tangkap Pengurus Ponpes di Kangean Diduga Rudapaksa 10 Santriwati

- Publisher

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep bergerak cepat mengungkap kasus dugaan rudapaksa terhadap sejumlah santriwati yang diduga dilakukan oleh seorang pengurus pondok pesantren di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pelaku berinisial MS (51), warga Dusun Sumber, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, diamankan pada Selasa (10/6/2025) sekitar pukul 03.30 WIB, di wilayah Desa Kesambi Rampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. MS merupakan salah satu pengurus sekaligus pengasuh pondok pesantren tempat para korban menimba ilmu.

Kapolres Sumenep AKBP Rivanda S.I.K., melalui Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan salah satu korban yang diterima Polsek Kangean pada 3 Juni 2025.

“Laporan itu tertuang dalam LP/B/28/VI/2025/SPKT/POLSEK KANGEAN/POLRES SUMENEP/POLDA JATIM. Dari laporan tersebut, kami melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka,” ujar AKP Widiarti, Rabu (11/6/2025).

Menurut penyelidikan awal, dugaan kekerasan seksual pertama terjadi pada tahun 2021. Korban pertama, seorang santriwati berinisial F, saat itu diminta untuk mengantar air ke kamar pelaku. Di situlah dugaan aksi bejat pertama terjadi. Korban disebut tidak berani melawan karena pelaku memiliki posisi otoritatif di lingkungan pesantren.

“Setelah kejadian itu, tersangka juga mengancam korban agar tidak menceritakan kepada siapa pun,” tambah AKP Widiarti.

Ironisnya, aksi pelaku tidak berhenti pada satu korban. Berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut oleh Unit PPA dan Tim Resmob Polres Sumenep, ditemukan bahwa terdapat 10 korban yang diduga mengalami peristiwa serupa.

Atas perbuatannya, MS dijerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2), dan (3) juncto Pasal 82 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Saat ini tersangka sudah ditahan di Mapolres Sumenep untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Sat Set Sot Nomor Urut 02 Kembali Guncang Festival Musik Tong Tong Semadura 2026
HIMPASS Bongkar Persoalan Sapeken di Hadapan Kapolresta Sumenep, Narkoba hingga Terumbu Karang Jadi Sorotan
Ribuan Warga Larut dalam Gema Sholawat Nariyah Ittisholana di Lapangan Kecamatan Batang-Batang, Sumenep
Ketua DPRD dan BK Dinilai Menghindar, PPI Perpanjang Aksi hingga Ada Kepastian
Jam Kerja Masih Berlangsung, Sejumlah Orang Berseragam Dinas Terlihat Ngopi di Warkop El-Malik
Nelayan Siap Biayai Pengerukan, Izin Alur Pasongsongan Masih Terkendala
Diduga Belum Kembalikan Dana Rp1,65 Miliar, Istri Anggota DPR RI Dapil Madura Terancam Dilaporkan ke Polisi
Bukan Sekadar Bakti Sosial, Lanal Batuporon Bekali Nelayan Sapudi dengan Wawasan Keamanan Laut

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:36 WIB

Sat Set Sot Nomor Urut 02 Kembali Guncang Festival Musik Tong Tong Semadura 2026

Jumat, 4 September 2026 - 21:53 WIB

HIMPASS Bongkar Persoalan Sapeken di Hadapan Kapolresta Sumenep, Narkoba hingga Terumbu Karang Jadi Sorotan

Jumat, 4 September 2026 - 21:43 WIB

Ribuan Warga Larut dalam Gema Sholawat Nariyah Ittisholana di Lapangan Kecamatan Batang-Batang, Sumenep

Jumat, 4 September 2026 - 19:24 WIB

Ketua DPRD dan BK Dinilai Menghindar, PPI Perpanjang Aksi hingga Ada Kepastian

Rabu, 2 September 2026 - 16:36 WIB

Jam Kerja Masih Berlangsung, Sejumlah Orang Berseragam Dinas Terlihat Ngopi di Warkop El-Malik

Berita Terbaru