SUMENEP – (trendikabar.com) Persatuan Pemuda Independen kembali menggelar aksi demonstrasi jilid III sekaligus Camping Demokrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Rabu (2/9/2026). Aksi ini menjadi bentuk penegasan massa untuk menagih komitmen dan janji Ketua DPRD serta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Sumenep atas tindak lanjut aspirasi yang sebelumnya disampaikan dalam aksi jilid I dan II.
Bagi massa aksi, persoalan tersebut bukan sekadar soal diterima atau tidaknya aspirasi, melainkan menyangkut sejauh mana lembaga legislatif menjalankan fungsi representasi dan mempertanggungjawabkan aspirasi masyarakat yang telah mereka terima.
Massa mendatangi Gedung DPRD dengan tuntutan agar pihak legislatif memberikan kejelasan mengenai progres tindak lanjut aspirasi mereka. Mereka menilai, tanpa penjelasan yang konkret, janji tindak lanjut hanya akan berhenti sebagai pernyataan tanpa kepastian.
Desakan tersebut kemudian diwujudkan melalui Camping Demokrasi di depan kantor DPRD. Massa memilih bertahan di lokasi sebagai bentuk tekanan sekaligus pesan bahwa aspirasi publik tidak semestinya selesai hanya dengan pertemuan dan janji tindak lanjut.
Koordinator Lapangan aksi, Subaydi, menegaskan bahwa massa tidak akan meninggalkan lokasi sebelum memperoleh kepastian dari DPRD Kabupaten Sumenep.
“Kami akan terus menunggu sampai ada kepastian,” kata Subaydi saat ditemui di lokasi aksi, Rabu (2/9/2026).
Namun hingga aksi berlangsung, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep maupun Badan Kehormatan DPRD belum menemui massa aksi. Humas DPRD menyampaikan bahwa Ketua DPRD tidak dapat menemui massa karena terdapat anggota keluarganya yang sedang sakit.
Sementara itu, alasan Badan Kehormatan DPRD tidak menemui massa belum disampaikan secara rinci kepada peserta aksi.
Situasi tersebut kembali memunculkan pertanyaan di tengah massa: ketika masyarakat datang membawa aspirasi dan meminta pertanggungjawaban lembaga legislatif, siapa yang akan memberikan jawaban secara langsung?
Persatuan Pemuda Independen menegaskan, aksi jilid III bukan sekadar pengulangan demonstrasi. Aksi ini merupakan bentuk penagihan terhadap komitmen yang sebelumnya telah disampaikan DPRD. Mereka meminta lembaga legislatif tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi menunjukkan progres yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Camping Demokrasi pun menjadi simbol bahwa massa memilih bertahan daripada membiarkan aspirasi kembali tenggelam dalam ketidakjelasan.
“Aspirasi sudah disampaikan. Janji sudah diberikan. Kini yang ditunggu bukan lagi kata-kata, melainkan kepastian dan tindakan.”
Hingga Rabu (2/9/2026), aksi jilid III dan Camping Demokrasi masih berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep.

























