PONOROGO, (TrendiKabar.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, pada Jumat malam (7/11/2025). Penangkapan itu diduga berkaitan dengan dugaan praktik jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, OTT berlangsung di wilayah Ponorogo dan turut mengamankan beberapa pihak dari unsur aparatur sipil negara (ASN). Salah satu yang disebut terlibat adalah pejabat di RSUD dr. Hardjono Ponorogo, terkait dugaan pemberian uang dalam rangka perpanjangan masa jabatan direktur rumah sakit tersebut.
Juru Bicara KPK, Ali Fikri, membenarkan adanya kegiatan penegakan hukum di Ponorogo. Namun ia menegaskan, status hukum para pihak yang diamankan masih dalam pemeriksaan awal dan akan ditentukan dalam waktu 1×24 jam.
“Benar, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan,” ujar Ali Fikri, dikutip dari pernyataan resminya.
Pasca penangkapan, rumah dinas Bupati Ponorogo di kompleks Pringgitan tampak tertutup rapat. Sejumlah wartawan yang berupaya melakukan konfirmasi belum berhasil menemui pejabat terkait, sementara aktivitas di lingkungan pendopo disebut berjalan terbatas.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Sugiri Sancoko tercatat sekitar Rp 6,3 miliar. Nilai tersebut terdiri atas tanah, bangunan, kendaraan, serta sejumlah kas dan setara kas.
Kasus dugaan jual-beli jabatan bukan hal baru di Indonesia. Praktik ini kerap menjadi sorotan karena berpotensi merusak sistem merit dalam birokrasi dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Jika benar terbukti, kasus ini akan menjadi salah satu contoh nyata bagaimana integritas ASN dapat dipertaruhkan demi kepentingan pribadi.
KPK hingga kini masih menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam transaksi promosi jabatan tersebut. Publik menanti hasil resmi dari lembaga antirasuah itu untuk memastikan sejauh mana peran Bupati Ponorogo dalam kasus ini.
Editor : (Red)



























