KOTA MALANG, (TrendiKabar.com) — Malang kembali menjadi pusat perhatian generasi muda Jawa Timur melalui penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Duta Wicara Jawa Timur 2025 yang digelar oleh HAMD Public Speaking dalam rangkaian HAMD Festival 2025. Bertempat di Malang Creative Center (MCC), acara ini menampilkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan semangat kompetitif para finalis dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ajang ini menjadi ruang bagi anak muda yang memiliki kemampuan public speaking serta kepemimpinan untuk tampil sebagai role model. Para finalis yang lolos ke babak akhir telah melewati seleksi ketat yang menilai teknik berbicara, kemampuan berpikir kritis, etika komunikasi, hingga kepedulian sosial.
Babak Final dan Dewan Juri
Grand final dimulai dari penentuan Top 6, dilanjutkan ke Top 3 untuk memilih Duta Wicara Jawa Timur 2025. Para peserta tampil di hadapan dewan juri berpengalaman tingkat nasional, di antaranya:
1. Drs. Agoeng Soedir Poetra – Direktur Color Model Inc dan pageant coach,
2. Nur Kholis, S.S., M.I.Kom. – MC profesional dan akademisi,
3. Chaterina Sherly Meliana, S.E., M.M. – Miss Universe Indonesia Jatim 2023,
4. Nadia Sheren Maulina, S.IP. – Miss Jawa Timur 2024,
5. Zenitha Kurnia Putri, S.I.Kom., M.I.Kom., CPS – Trainer bersertifikasi BNSP.
Kehadiran mereka semakin mempertegas kualitas kompetisi ini sebagai salah satu festival public speaking paling kompetitif di Jawa Timur.
Peraih Gelar Duta Wicara Jawa Timur 2025
Pada puncak acara, Tara Anastasia asal Kota Malang berhasil dinobatkan sebagai Winner Duta Wicara Jawa Timur 2025. Posisi Runner Up 1 diraih oleh Tara Aliya dari Kabupaten Sumenep, sementara Runner Up 2 ditempati Tara Defrin dari Kabupaten Lamongan.
Apresiasi Pemerintah Kota Malang
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang, Baihaqi, S.Pd., S.E., M.Si., CGCAE, hadir mewakili Wali Kota Malang. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan HAMD Festival 2025 yang dinilai mampu mendorong lahirnya generasi muda kreatif dan berdaya saing.
“HAMD Festival bukan sekadar kompetisi berbicara, tetapi gerakan untuk melahirkan pemuda-pemudi yang mampu menyuarakan gagasan dengan elegan dan bermakna,” ujar Baihaqi.
Komitmen Penyelenggara
Founder HAMD Public Speaking, Fahrur Rozi, menyampaikan bahwa kompetisi ini menjadi bukti bahwa setiap anak muda memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
“Tidak ada kemustahilan bagi siapapun yang ingin berjuang. Pemilihan Duta Wicara akan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, bahkan ditargetkan dapat menjangkau tingkat nasional,” tegasnya.
Ruang Ekspresi Generasi Muda
Selain menjadi ajang prestasi, HAMD Festival 2025 juga memperkuat kolaborasi antar sektor kreatif dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda. Grand final tahun ini menegaskan bahwa kompetisi tidak hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi tentang bagaimana setiap peserta tampil menginspirasi dan membawa pesan komunikasi yang membangun.
Editor : (Red)



























