SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Suasana Balai Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, mendadak berubah tegang pada Selasa (12/5/2026). Sebuah mobil dinas berplat merah terlihat terparkir tepat di depan kantor desa. Kedatangan kendaraan tersebut diduga membawa tim Inspektorat Kabupaten Sumenep yang turun langsung melakukan pemeriksaan.
Momen itu langsung menyita perhatian warga, terlebih dalam beberapa waktu terakhir Desa Kebundadap Timur ramai diperbincangkan terkait dugaan persoalan Dana Desa. Bisik-bisik soal pemeriksaan pengelolaan Dana Desa pun kembali mencuat di tengah masyarakat.
Turunnya Inspektorat disebut berkaitan dengan laporan dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Kebundadap Timur tahun anggaran 2021 hingga 2025 yang sebelumnya dilaporkan LSM TOPAN ke Kejaksaan Negeri Sumenep.
Ketua Umum TOPAN, H. Tri Ahmad Al-Hosaini, membenarkan adanya kedatangan tim Inspektorat tersebut. Menurutnya, tim pengawasan daerah datang untuk mengambil sejumlah dokumen penting terkait pengelolaan Dana Desa.
“Benar, tadi Inspektorat Kabupaten Sumenep turun. Saya sempat menanyakan tadi. Dari Inspektorat turun untuk mengambil dokumen-dokumen,” ujar H. Tri Ahmad Al-Hosaini kepada media ini.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses tersebut hingga benar-benar tuntas dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami minta usut tuntas dan kami akan kawal sampai tuntas ke akar-akarnya,” tegasnya.
Dalam laporan yang sebelumnya dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep, TOPAN menyebut adanya dugaan potensi kebocoran anggaran mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Dugaan itu meliputi pekerjaan yang disebut tidak terealisasi, indikasi mark-up anggaran, hingga proyek yang diduga tidak sesuai spesifikasi.
Laporan tersebut kemudian dilimpahkan Kejaksaan Negeri Sumenep kepada Inspektorat Kabupaten Sumenep selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) guna dilakukan pendalaman lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah perangkat desa tampak berada di kantor desa saat tim Inspektorat datang. Aktivitas di balai desa pun terlihat berbeda dari biasanya. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Inspektorat terkait hasil pemeriksaan maupun dokumen yang sedang didalami.
Kasus dugaan Dana Desa Kebundadap Timur kini terus menjadi sorotan publik. Warga berharap pemeriksaan tidak berhenti sebatas formalitas administrasi, melainkan mampu membuka secara terang dugaan persoalan anggaran yang selama ini menjadi perbincangan masyarakat.
Publik kini menanti langkah lanjutan aparat pengawasan daerah. Akankah dugaan persoalan Dana Desa miliaran rupiah itu benar-benar dibongkar hingga tuntas, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan.
Penulis : Suri Hariady
Editor : (Red)



























