SURABAYA, (TrendiKabar.com) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, mengapresiasi layanan kedaruratan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang dinilainya lebih cepat dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan saat Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2025 di Surabaya.
Bima Arya menceritakan pengalamannya saat lari pagi bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, di kawasan Jalan Tunjungan. Keduanya menyaksikan langsung peristiwa kecelakaan antara pedagang sate keliling dan sebuah taksi.
“Di awal Jalan Tunjungan terdengar suara keras. Seorang ibu yang mendorong gerobak sate tertabrak taksi. Kami langsung mendekat. Ibu itu mengalami luka ringan,” kata Bima Arya melalui siaran pers Humas Pemkot Surabaya, Sabtu (10/5/2025).
Ia mengaku terkesan dengan kecepatan respons petugas yang datang ke lokasi. Menurutnya, dalam waktu kurang dari satu menit, personel Satpol PP sudah berada di tempat kejadian.
“Setelah kami evakuasi ke pinggir jalan, saya minta petugas menelpon ambulans. Tidak lama kemudian, Tim Gerak Cepat (TGC) Pemkot Surabaya tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 15 menit. Ini luar biasa,” ujarnya.
Bima Arya juga menyampaikan arahan Mendagri Tito Karnavian untuk mendorong pembentukan layanan emergensi satu atap di daerah-daerah. Layanan ini akan mengintegrasikan unit pemadam kebakaran, tenaga medis, dan kepolisian dalam satu sistem koordinasi.
Ia berharap daerah lain dapat mencontoh langkah cepat dan kolaboratif yang ditunjukkan Surabaya. “Kita mulai inisiatif ini di Makassar, tapi Surabaya sudah lebih dulu menunjukkan standar tinggi. Surabaya bisa jadi inspirasi nasional,” pungkasnya.
Editor : (Red)



























