PLT Kadis Disperkimhub Sumenep Akui Kapal Tongkang Tak Setor PAD, Publik Pertanyakan: Hanya KM Safaraz Jaya atau Semua Tongkang?

- Publisher

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PLT Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain, dengan latar belakang Kantor Disperkimhub Kabupaten Sumenep.

Foto: PLT Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain, dengan latar belakang Kantor Disperkimhub Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Polemik operasional kapal tongkang KM Safaraz Jaya di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik. Selain disorot karena dugaan tarif kendaraan yang dinilai melebihi ketentuan Peraturan Bupati (Perbup), kini muncul fakta lain yang cukup mengejutkan terkait kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sorotan ini mencuat setelah Tim Operasional Penyelamat Aset Negara (TOPAN) melayangkan surat kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep. Namun hingga saat ini, surat tersebut belum mendapatkan respon resmi dari instansi terkait.

Sebelumnya, tim TOPAN mendatangi langsung Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain, di ruang kerjanya untuk meminta klarifikasi mengenai operasional kapal tongkang KM Safaraz Jaya di Pelabuhan Kalianget yang belakangan menuai sorotan publik.

Dalam pertemuan tersebut, Achmad Dzulkarnain menyampaikan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih lanjut persoalan tersebut.

Namun pernyataan lanjutan yang cukup mengejutkan justru disampaikan saat wawancara dengan awak media TrendiKabar.com melalui sambungan telepon pada Sabtu (15/3/2026). Dalam kesempatan itu, Achmad Dzulkarnain mengaku baru mengetahui bahwa operasional kapal tongkang di Pelabuhan Kalianget tidak memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Iya, nggak tahu juga ya mas. Saya baru tahu juga kalau tidak ada ke daerah. Jadi nggak ada sama sekali, mas. Habis Lebaran nanti saya kumpulkan (pihak-pihak terkait),” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik. Pasalnya, aktivitas kapal tongkang yang melayani angkutan kendaraan dari Pelabuhan Kalianget menuju wilayah kepulauan selama ini diketahui cukup intens dan melibatkan transaksi tarif dari pengguna jasa.

Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan penting: apakah yang dimaksud oleh PLT Kadis Disperkimhub tersebut hanya merujuk pada operasional kapal tongkang KM Safaraz Jaya, ataukah juga berlaku terhadap kapal tongkang lainnya yang beroperasi di Pelabuhan Kalianget?

Jika pernyataan tersebut mencakup seluruh kapal tongkang yang beroperasi di pelabuhan tersebut, maka potensi kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentu menjadi perhatian serius, mengingat aktivitas transportasi laut tersebut telah berlangsung cukup lama.

Sementara itu, keberadaan kapal tongkang KM Safaraz Jaya sendiri juga tengah disorot publik terkait dugaan penerapan tarif kendaraan yang dinilai melebihi ketentuan Peraturan Bupati.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Disperkimhub Sumenep belum memberikan penjelasan lebih lanjut apakah yang dimaksud tidak adanya kontribusi PAD tersebut hanya berlaku pada KM Safaraz Jaya atau juga mencakup kapal tongkang lainnya yang beroperasi di Pelabuhan Kalianget.

Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan transportasi laut di Pelabuhan Kalianget berjalan transparan, sesuai regulasi, serta tidak merugikan pendapatan daerah.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Pemkab Sumenep Bantah Ada Unsur Sabotase Agenda Tembakau, Publik Tetap Soroti Lemahnya Koordinasi
DLH Sumenep Perkuat Pengawasan Limbah 108 SPPG, Sinergi Lintas Sektor Jadi Sorotan
Diduga Dikerjakan Asal Jadi! Proyek Jalan APBD Rp374 Juta di Sumenep Disorot, Aspal Baru Sudah Mengelupas
Pemkab Sumenep Gandeng Baznas, 66 Rumah Warga Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak
LIMA TERDAKWA KORUPSI BSPS SUMENEP HADAPI TUNTUTAN JPU, PUBLIK TUNGGU LANGKAH KEJATI ATAS FAKTA PERSIDANGAN
Danrem 084/Bhaskara Jaya Tegaskan Sishankamrata Tetap Jadi Pilar Utama Pertahanan Negara di Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:27 WIB

BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:42 WIB

Pemkab Sumenep Bantah Ada Unsur Sabotase Agenda Tembakau, Publik Tetap Soroti Lemahnya Koordinasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:58 WIB

DLH Sumenep Perkuat Pengawasan Limbah 108 SPPG, Sinergi Lintas Sektor Jadi Sorotan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:10 WIB

Diduga Dikerjakan Asal Jadi! Proyek Jalan APBD Rp374 Juta di Sumenep Disorot, Aspal Baru Sudah Mengelupas

Berita Terbaru