Disorot Soal Roti Nyaris Kedaluwarsa untuk Siswa, SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Bungkam—Malah Gelar Bukber di Hotel Myze

- Publisher

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Polemik roti yang dibagikan kepada siswa dan diketahui nyaris memasuki masa kedaluwarsa dalam program pemenuhan gizi di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

Kasus ini bukan pertama kali menjadi perhatian publik. Sebelumnya, program yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bhakti Bunda Berjaya juga sempat dipersoalkan setelah ditemukan buah yang tidak segar ikut dibagikan kepada siswa di sejumlah sekolah.

Dua kejadian yang terjadi secara beruntun tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas makanan dalam program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, yang seharusnya memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Hingga kini, Zainuddin selaku Kepala SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya masih belum memberikan penjelasan kepada publik meski polemik terus bergulir dan upaya konfirmasi telah dilakukan.

Ironisnya, di tengah sorotan soal kualitas makanan bagi siswa tersebut, akun media sosial TikTok yang menampilkan aktivitas SPPG justru memperlihatkan kegiatan buka puasa bersama (Bukber) yang digelar oleh Yayasan Bhakti Bunda Berjaya di Hotel Myze Sumenep. Situasi ini memantik reaksi publik karena dinilai kontras dengan persoalan yang sedang dipertanyakan masyarakat.

Ketua Karya Anak Bangsa, Ahmad Rijali, mengecam keras sikap bungkam tersebut. Menurutnya, persoalan pangan yang diberikan kepada anak-anak sekolah tidak boleh dipandang sepele.

“Ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak. Kalau ada persoalan seperti ini, seharusnya dijelaskan secara terbuka kepada publik, bukan justru didiamkan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika polemik tersebut tidak mendapat respons dari pihak pengelola program.

“Jika tidak ada klarifikasi maupun perbaikan, kami akan membawa persoalan ini ke Badan Gizi Nasional di pusat agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut,” tegasnya.

Polemik ini pun memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: sejauh mana pengawasan terhadap makanan yang dibagikan kepada siswa benar-benar dilakukan secara ketat? Sebab program pemenuhan gizi seharusnya menjadi upaya menjaga kesehatan anak-anak, bukan justru menimbulkan kekhawatiran baru.

Hingga berita lanjutan ini diturunkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bhakti Bunda Berjaya yang berlokasi di Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, belum memberikan penjelasan resmi terkait persoalan tersebut.

 

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib
813 Warga Desa Essang Terima Bantuan Sembako, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat
La Tahzan, Innallaha Ma’ana: Di Balik Jeruji yang Dingin, Allah Masih Menyalakan Harapan
Founder BIP Foundation H. Ali Zainal Abidin: “Jika Ingin Dekat Rasulullah, Muliakan Anak Yatim”
Usai Tour Kemanusiaan dan Qurban, BIP Tancap Gas Lagi! Kini Sentuh Warga Binaan Lapas Pamekasan dalam “Kolaborasi Kepedulian”
Digitalisasi Desa Beluk Kenek: Membangun Kesejahteraan dari Akar Rumput melalui Transformasi Sosial
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:37 WIB

Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:52 WIB

813 Warga Desa Essang Terima Bantuan Sembako, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:10 WIB

La Tahzan, Innallaha Ma’ana: Di Balik Jeruji yang Dingin, Allah Masih Menyalakan Harapan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:29 WIB

Founder BIP Foundation H. Ali Zainal Abidin: “Jika Ingin Dekat Rasulullah, Muliakan Anak Yatim”

Berita Terbaru

Foto: Kepala Desa Poja, Yuli Rizkianto, kini menjadi sorotan atas sejumlah persoalan di pemerintahan desa.

Hukum & Pemerintahan

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:08 WIB