JAKARTA, (TrendiKabar.com) — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Harian Syuriyah pada Kamis, 20 November 2025, di Hotel Aston City Jakarta. Rapat tersebut menghasilkan keputusan penting dan mengejutkan, termasuk permintaan agar Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, mengundurkan diri dalam waktu tiga hari.
Rapat yang dihadiri 37 orang dari Pengurus Harian Syuriyah PBNU itu fokus membahas polemik Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU), khususnya terkait hadirnya narasumber yang disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan Zionisme internasional.
Narasumber Diduga Terkait Jaringan Zionis Jadi Sorotan
Dalam risalah rapat yang beredar, disampaikan bahwa Syuriyah PBNU menilai AKN NU telah mengundang narasumber yang berkaitan dengan jaringan Zionisme internasional sebagai bagian dari program kaderisasi tingkat tinggi. Syuriyah PBNU menilai hal tersebut:
“melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah”
serta “bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.”
Rapat juga menyoroti bahwa kehadiran narasumber tersebut terjadi di tengah praktik genosida di Palestina serta kecaman global terhadap Israel. Tindakan tersebut dinilai menimbulkan keresahan publik dan mencemarkan nama baik organisasi.
Dugaan Pelanggaran Tata Kelola Keuangan AKN NU
Syuriyah PBNU turut menilai adanya indikasi pelanggaran tata kelola keuangan dalam pelaksanaan AKN NU. Berdasarkan Pasal 97 Anggaran Rumah Tangga PBNU, setiap penggunaan anggaran harus mengikuti peraturan organisasi, yang menurut rapat, tidak terpenuhi dalam pelaksanaan program tersebut.
Rais Aam dan Dua Wakil Rais Aam Instruksikan Pengunduran Diri
Puncak dari rapat tersebut adalah keputusan musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam PBNU, yang memutuskan:
1. KH. Yahya Cholil Staquf diminta mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima.
2. Jika tidak mengundurkan diri, Syuriyah PBNU menyatakan siap memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum.
Keputusan ini ditandatangani oleh KH. Miftachul Akhyar sebagai pimpinan rapat.
Konteks Konflik Internal Makin Menghangat
Polemik AKN NU sebelumnya telah memicu kritik dari berbagai kalangan internal NU, khususnya berkaitan dengan isu normalisasi dengan Israel, hubungan akademik, dan independensi kebijakan organisasi. Putusan rapat Syuriyah ini menandai eskalasi konflik internal PBNU ke level tertinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KH. Yahya Cholil Staquf ataupun dari jajaran Tanfidziyah PBNU mengenai keputusan tersebut.
Editor : (Red)
Sumber Berita: Dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU tertanggal 20 November 2025.



























